ed941821-fa7a-4134-8b08-ff7c2a9bea62_169.jpeg

BERITA KITA – Jakarta – Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, divonis 10 tahun penjara karena terbukti terlibat dalam pusaran korupsi proyek e-KTP. Pengacara Irvanto, Susilo Ariwibowo, menilai vonis tersebut terlalu berat.

“Kalau itu peran yang sangat minimal atau hanya sebagai perantara dijatuhi hukuman 10 tahun, rasanya berat sekali. Saya tidak mengira dan membayangkan sampai 10 tahun,” kata Susilo di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Rabu (5/12/2018).

Baca juga berita lainnya hanya di beritakita.com

Susilo mengaku kecewa terhadap putusan hakim yang dianggap cenderung mempertimbangkan dalil tuntutan jaksa. Menurutnya, peran Irvanto sebagai kurir atau perantara aliran uang saja.

AGEN TOGEL – “Saya ingin menyampaikan bahwa putusannya sangat mengecewakan karena kalau kita lihat dari sejak awal tadi pertimbangan putusan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan putusan-putusan terdakwa e-KTP lainnya,” jelas Susilo.

Susilo sendiri tidak mengira kliennya akan divonis hukuman 10 tahun penjara. Meski demikian, sambung dia, kliennya belum memutuskan mengajukan permohonan banding.

“Saya mengiranya jauh tidak sampai 10 tahun. Mungkin dari minimal lebih dikit,” imbuhnya.

BANDAR TOGEL  – Sebelumnya, Irvanto dan orang dekat Novanto, Made Oka Masagung, dinyatakan terbukti terlibat dalam korupsi proyek e-KTP. Keduanya sama-sama divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

AGEN TOGEL TERBAIK & TERPERCAYA DIINDONESIA
Comp 1_1

Advertisements